Selasa, 20 Juni 2020

SCOPI senantiasa berupaya untuk mewadahi informasi terupdate terkait dampak virus COVID-19 terhadap sektor perkopian di Indonesia agar usaha, organisasi, pembeli dan mitra Anda dapat memperoleh informasi seputar penanganan krisis saat ini.

tentang korona
Tentang Corona

Virus Corona (Corona Virus/CoV) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. CoV menimbulkan serangkaian gejala ringan (seperti gejala flu) hingga gejala akut yang mengakibatkan pneumonia dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Sementara itu, virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah jenis baru dari virus corona yang sebelumnya belum pernah diidap oleh manusia dan menyebabkan penyakit yang dinamakan COVID-19 (corona virus disease 2019).

Sumber: https://www.who.int/health-topics/coronavirus

Virus dapat berpindah secara langsung melalui percikan batuk dan napas orang terinfeksi yang kemudian terhirup orang sehat. Virus juga dapat menyebar secara tidak langsung melalui benda-benda yang tercemar virus akibat percikan atau sentuhan tangan yang tercemar virus. Virus bisa tertinggal di permukaan benda-benda dan hidup selama beberapa jam hingga beberapa hari, namun cairan disinfektan dapat membunuhnya. Jika tangan tercemar percikan, virus dapat menyebar melalui sentuhan antar-orang, karena itu penting untuk sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta sementara waktu, menghindari bersalaman atau saling mencium pipi.

Sumber: https://covid19.go.id

  1. Aluminium
    Virus corona dapat bertahan di alumunium selama 2 hingga 8 jam sejak pertama kali bersentuhan dengan orang yang membawa virus tersebut.
  2. Sarung Tangan Operasi
    Sarung tangan yang banyak digunakan oleh tenaga ahli kesehatan ini dapat disinggahi oleh virus corona selama tenggang waktu 8 jam.
  3. Besi
    Besi menjadi salah satu materi yang paling sering disekitar kita, seperti gagang pintu, pagar, dan sebagainya. Virus corona dapat bersemayam selama 4-8 jam.
  4. Kayu
    Berbeda dengan besi, aluminium, dan sarung tangan, kayu dapat menjadi tempat virus corona dengan rentang waktu yang lebih lama yaitu berkisar empat hari sejak tersentuh.
  5. Kaca
    Sama seperti kayu, kaca juga menjadi materi atau wadah tempat virus corona menempel selama empat hari.
  6. Kertas
    Virus ini dapat bertahan hidup di kertas selama kurun waktu 4-5 hari sejak disentuh oleh orang yang membawa virus tersebut.
  7. Plastik
    Plastik bukan hanya sulit diurai, ternyata plastik juga dapat menjadi tempat singgah virus corona. Hal ini dapat dihitung saat pertama kali disentuh, virus corona dapat bertahan selama 5 hari.
Catatan:
Usia virus corona yang menempel di benda mati juga tergantung pada suhu. Suhu rendah dan kelembaban udara tinggi akan semakin meningkatkan atau memperlama umur mereka

Sumber: https://www.halodoc.com/berapa-lama-virus-corona-hidup-jika-menempel-di-benda-mati

Bila seseorang terinfeksi virus, dia akan menunjukkan gejala dalam 1-14 hari sejak terpapar virus. Gejala umumnya adalah:

Demam
Rasa Lelah
Batuk Kering

Sebagian besar orang hanya akan mengalami gejala ringan, namun di kasus-kasus yang tertentu, infeksi dapat menyebabkan pnemonia dan kesulitan bernapas. Pada sebagian kecil kasus, infeksi virus corona bisa berakibat fatal. Orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes kemungkinan mengalami sakit lebih serius.

Karena gejala-gejalanya mirip flu biasa, maka perlu dilakukan tes untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus corona. Tes tersedia di rumah sakit-rumah sakit rujukan bagi orang yang mengalami gejala-gejala atas dasar perintah dokter.

Kunci pencegahan virus corona (COVID-19): Sering suci tangan pakai sabun dan air mengalir, hindari menyentuh muka, jauhi orang yang menunjukkan gejala (demam, batuk kering, kelelahan), bila batuk atau bersin: tutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu yang dibuang langsung ke tempat sampah tertutup setelah dipakai.

Sumber: https://covid19.go.id

Masa inkubasi adalah jangka waktu antara terjangkit virus dan munculnya gejala penyakit. Pada umumnya masa inkubasi penyakit COVID-19 diperkirakan berkisar dari 1 hingga 14 hari, umumnya sekitar 5 hari. Perkiraan ini akan diperbarui seiring dengan tersedianya lebih banyak data.

Sumber: WHO

Saat ini belum ada pengobatan khusus yang efektif untuk infeksi virus corona baru. Vaksin mungkin baru bisa tersedia 18 bulan ke depan (2021). Sementara ini, cara terbaik adalah melakukan tindakan pencegahan, yaitu:

  1. Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir
  2. Hindari menyentuh muka
  3. Jauhi orang yang menunjukkan gejala (demam, batuk kering, kelelahan)
  4. Bila Anda mengalami demam, rasa lelah dan batuk kering, segera cari pengobatan
  5. Anda dapat menguatkan sistem kekebalan diri dengan melakukan perilaku sehat, seperti olah raga teratur, makan makanan bergizi seimbang, tidak merokok dan memastikan Anda dan anak Anda mendapat imunisasi lengkap.

Sumber: https://covid19.go.id

Agar tetap aman, pakai masker kain saat keluar rumah, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih tangan berbahan alkohol (min 60%), jauhi orang yang menunjukkan gejala sakit dan bila Anda batuk atau bersin, tutup dengan siku terlipat atau tisu yang segera dibuang ke tempat sampah tertutup selesai digunakan.

Sementara ini, jangan bersalaman dengan orang lain atau saling menyentuh muka tapi gunakan cara bersalaman lain yang aman atau tidak saling menyentuh. Dalam keramaian, semisal di pasar atau di dalam bis, jaga jarak dengan orang lain, minimal sejauh jangkauan lengan (1 meter).

Selalu cuci tangan pakai sabun atau dengan cairan pembersih saat sampai di tempat kerja atau tujuan dan saat sampai kembali di rumah. Bila tersedia cairan pembersih gratis di tempat umum, gunakan untuk membersihkan tangan.

Sumber: https://covid19.go.id

Para ahli masih mempelajari dampak COVID-19 terhadap manusia, tetapi sejauh ini lansia dan orang-orang yang sudah memiliki masalah kesehatan (seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru-paru, kanker atau diabetes) terindikasi mengalami sakit yang lebih parah.

Sumber: https://covid19.go.id

Berikut ini 4 cara pencegahan yang dapat Anda dan keluarga Anda lakukan:

  1. Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih tangan berbahan alkohol (60%)
  2. Tutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk dengan siku terlipat atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup setelah dipakai
  3. Jaga jarak bicara minimal 1 meter. Jauhi orang yang terlihat memiliki gejala-gejala flu
  4. Bila Anda atau keluarga Anda mengalami demam, batuk atau sesak napas, segera cari pengobatan medis

Sumber: https://covid19.go.id
Informasi Terkait Dampak COVID-19 Pada Sektor Kopi di Indonesia

Pemerintah Indonesia mengeluarkan beberapa kebijakan moneter dan fiskal untuk membantu pelaku UMKM yang terdampak pandemi COVID-19, diantaranya:

  1. Kartu Pra Kerja
    Bantuan dana untuk pekerja yang di-PHK dan pelaku sektor usaha mikro yang terhenti kegiatan usahanya melalui skema Kartu Pra Kerja dimulai awal April 2020.
    Sumber kartu Prakerja: https://www.prakerja.go.id/
  2. Relaksasi Kredit UMKM
    Bank diberi kelonggaran untuk melakukan restrukturisasi utang UMKM yang bernilai hingga Rp. 10 miliar. UMKM bisa menunda pembayaran utang baik pokok maupun bunga. Sesuai Siaran Pers Kemenko Perekonomian No. HM.4.6/32/SET.M.EKON.2.3/03/2020, OJK keluarkan stimulus ekonomi bagi UMKM terdampak pandemi COVID-19 lewat restrukturisasi kredit perbankan dengan persyaratan:
    1. Bank berhak tentukan UMKM terdampak.
    2. Penundaan pembayaran bisa berupa pembayaran pokok saja, bunga saja atau keduanya.
    3. Berlaku bagi kualitas kredit yang bernilai hingga Rp. 10 miliar.
    4. Berlaku untuk semua sektor usaha.
    5. Bagi debitur UMKM yang mendapat kemudahan restrukturisasi kredit, kualitas Kredit/pembiayaan otomatis menjadi lancar.
  3. Realokasi Anggaran untuk Penanganan Kesehatan
    Anggaran perjalanan dinas, pertemuan dan pengadaan barang yang tidak mendesak dialokasikan semua untuk penanganan kesehatan dampak COVID-19.
  4. Kartu Sembako
    Selama 6 bulan ke depan, alokasi anggaran bagi tiap keluarga penerima manfaat kartu tersebut akan ditambah menjadi Rp. 200.000 dari yang semula sebesar Rp. 150.000.
    Pemerintah juga mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) No 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan yang berisi total tambahan belanja dan pembiayaan APBN Tahun 2020 untuk penanganan Covid-19 adalah sebesar Rp405,1 triliun. Total anggaran tersebut akan dialokasikan, Rp75 triliun untuk belanja bidang kesehatan, Rp110 triliun untuk perlindungan sosial, Rp70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat (KUR), dan Rp150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional termasuk restrukturisasi kredit serta penjaminan dan pembiayaan dunia usaha, khususnya terutama usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah.
    Sumber: https://www.pajak.go.id/sites/default/files/2020-04/Perpu%20Nomor%201%20Tahun%202020.pdf
  5. Relaksasi Pajak
    Sesuai Perppu 1 Tahun 2020 pemerintah telah menurunkan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya sebesar 25 persen menjadi 22 persen untuk tahun-tahun pajak 2020 dan 2021, dan menjadi 20 persen mulai tahun pajak 2022. Penghitungan pajak penghasilan untuk tahun pajak 2019 menggunakan tarif yang berlaku untuk tahun pajak 2019 yaitu sebesar 25 persen. Dengan demikian penghitungan dan setoran pajak penghasilan kurang bayar yang dilaporkan pada SPT Tahunan 2019 (PPh Pasal 29) masih menggunakan tarif 25 persen. Info lengkapnya kunjungi https://www.pajak.go.id.
    Insentif pajak untuk membantu mengurangi dampak ekonomi wabah COVID-19 dapat dimanfaatkan oleh wajib pajak dengan cara menyampaikan pemberitahuan atau permohonan secara online melalui www.pajak.go.id (https://www.pajak.go.id/siaran-pers/insentif-pajak-hadapi-corona-dapat-diperoleh-secara-online).

Berdasarkan penilaian cepat yang dilakukan International Coffee Organization pada April 2020, terdapat penurunan Gross Domestic Products Demand (GDP) atau Produk Domestik Bruto sebanyak 1% yang berkaitan dengan penurunan pertumbuhan permintaan (demand) kopi global yakni sebanyak 0.95% atau 1.6 juta dikali 60kg kopi per karung. Di dalam dokumen tersebut dijelaskan perlunya analisa lebih mendalam terhadap supply-chain kopi selama pandemi COVID-19. Unduh dokumen nya disini

Pemerintah menghimbau penerapan protokol kesehatan bagi pelaku UMKM Barang selama pandemi COVID-19:

  1. Selalu membersihkan peralatan kerja dengan cairan disinfektan.
  2. Selalu menggunakan safety kit (sarung tangan dan penutup mulut) saat penyajian dan proses pengepakan barang. Hindari kontak fisik langsung dengan pelanggan.
  3. Pedulikan kebersihan dan kesehatan kurir dengan menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan.
  4. Bersihkan alat makan dengan sabun dan air bersih.
  5. Pastikan semua produk higienis dan tertutup rapat selama pengiriman.
  6. Selalu cek suhu tubuh setiap karyawan yang melakukan kontak fisik.

Sumber: Instagram @kemenkopukm

Leonard Theosabrata, Direktur Utama SMESCO Indonesia memberikan 10 tips bagi pelaku UMKM betahan selama pandemi COVID-19:

  1. Tinjau kembali proses bisnis: Hitung efisiensi perusahaan dan buat pertimbangan apakah perlu proses bisnis yang baru.
  2. Identifikasi kebutuhan basis pelanggan: Identifikasi apakah basis pelanggan saat ini masih relevan dan penting untuk identifikasi basis pelanggan baru. Jika diperlukan lakukan diversifikasi atau pivot basis pelanggan.
  3. Sederhanakan bisnis proses: Tentukan fokus core-business dan fokus mengerjakan core-business.
  4. Terapkan ekonomi efek gelombang: Mulai berjualan ke basis pelanggan terdekat, secara tepat, bertahap dan berkelanjutan. Mulai dari tingkat keluarga hingga skala regional.
  5. Model bisnis mengutamakan cashflow positif ketimbang margin: Di mode bertahan yang penting adalah cashflow agar bisa mempertahankan karyawan dan beban operasional.
  6. Tinjau ulang, seleksi dan tawarkan produk: Pilih produk yang mudah dijual, ciptakan produk baru yang mudah dijual dan sederhanakan klasifikasi dari semua produk.
  7. Digitalisasi katalog untuk disebarkan: Katalog yang sederhana, jelas, informatif dan mudah disebarkan. Buat cara pemesanan yang sederhana.
  8. Atur prioritas stok barang: Fokus untuk stok barang yang laku dan pastikan ketersediaannya.
  9. Ajak karyawan jadi sales digital.
  10. Beri insentif bagi karyawan terbaik: Hargai semua orang yang bersinergi dan upaya yang bagus dalam situasi ini.

Sumber: Instagram @smescoindonesia

SMESCO Indonesia memberikan tips agar cashflow UMKM tetap positif selama pandemi COVID-19:

  1. Identifikasi pengeluaran yang tidak perlu: segera hentikan atau kurangi sampai level minimum.
  2. Mulai berhitung dampak kebijakan relaksasi pajak yang dikeluarkan Pemerintah.
  3. Melakukan cuci gudang untuk seluruh stok yang ada.
  4. Lakukan investasi pengeluaran untuk ubah stok barang yang tidak laku menjadi barang jualan yang paling mudah terjual.
  5. Bernegosiasi dengan lokasi usaha atau Bank mengenai keringanan yang bisa diterima saat ini.
  6. Tetap lakukan promosi di media sosial.
  7. Ajak karyawan berdiskusi bagaimana untuk bertahan paling tidak hingga 3 bulan kedepan.
  8. Jika harus melakukan pengurangan karyawan (PHK), tetap pastikan kesejahteraan karyawan dengan memberi tunjangan minimal agar karyawan bisa menjaga kelangsungan hidupnya.

Sumber: Instagram @smescoindonesia

Pemerintah memberikan stimulus melalui Program Kartu Pra Kerja. Anggaran Kartu Pra Kerja yang awalnya Rp 10 triliun naik menjadi Rp 20 triliun untuk penerima manfaat 5,6 juta orang. Anggaran itu terutama untuk pekerja informal serta pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak COVID-19. Presiden Jokowi mengatakan nilai manfaat Kartu Prakerja Rp 650 ribu sampai Rp 1 juta per bulan selama 4 bulan ke depan. Pemerintah juga menaksir setiap satu orang akan mendapatkan Rp 3.550.000 dengan rincian sebagai berikut: bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif setelah pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan (untuk 4 bulan), dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 50.000 per survei (3 kali survei) atau total Rp 150.000 per peserta. Pendaftaran Kartu Pra Kerja bisa dilakukan secara online pada tautan berikut: https://www.prakerja.go.id

SCOPI bersama para anggota memantau status dan proses rantai pasok di sektor kopi selama pandemi COVID-19. Di samping itu, SCOPI menyampaikan aspirasi yang berhasil kami galang terkait kebutuhan di hulu - tengah - hilir mata rantai kopi kepada Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait serta terus mendorong agar produksi dan pasar kopi di Indonesia tetap terjaga. Kami akan terus mengkomunikasikan progres dan informasi terbaru yang kami terima melalui website dan media sosial SCOPI.

Selain itu, SUCAFINA Global membuat platform pemantauan pembatasan pada rantai pasok internasional pada tautan berikut: https://www.covid19.sucafina.com

Kementerian Pertanian RI menyatakan menyiapkan 6 strategi utama untuk memperkuat ekspor perkebunan Indonesia ditengah pandemi Covid-19:

  1. Melobi negara mitra dagang baru, termasuk mengupayakan ekspor langsung terhadap komoditas yang selama ini di ekspor kembali melalui Tiongkok.
  2. Melobi kesepakatan tarif bea masuk di negara tujuan dan memberikan kemudahan perdagangan bilateral untuk beberapa komoditas seperti gula dan vanaspati ghee.
  3. Meningkatkan jaminan atas kualitas, brand image, dan ketersediaan produk secara kontinu.
  4. Meningkatkan kerja sama perdagangan untuk peningkatan akses pasar, melalui optimalisasi pemanfaatan perwakilan Indonesia di luar negeri.
  5. Meningkatkan konsumsi domestik.
  6. Optimalisasi layanan jaringan informasi dan komunikasi secara terorganisasi antara bussiness to bussiness (B to B) dan government to government (G to G).

Sumber: Instagram @kementerianpertanian

Kementerian Koperasi dan UKM sedang melakukan pendataan pelaku UMKM agar bisa menentukan arah kebijakan dan dapat menginformasikan kebijakan terbaru. Anda bisa mendaftar di siapbersamakumkm.kemenkopukm.go.id.

Sumber: Instagram @kemenkopukm

  1. Kementerian Pertanian pada tahun 2020 menyatakan mempersiapkan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk komoditas kopi sebesar 3.96 Triliun Rupiah untuk sektor hulu (200.000 Ha) dan 60 Miliar Rupiah untuk sektor hilir (200 unit industri roasting).
  2. Kementerian Pertanian menyatakan mengalokasikan anggaran 61,6 Miliar Rupiah untuk:
    • Pengembangan 7.700 Ha pengembangan kopi
    • Bantuan Saprodi Rp. 4juta per Ha
    • Bantuan HOK Rp. 4juta per Ha

Sumber: https://republika.co.id/berita/ekonomi/pertanian/q70jqi370/kementan-siapkan-alokasi-kur-untuk-petani-kopi-rp-39-t

  1. Pemerintah menggratiskan tarif listrik bagi 24 juta pelanggan golongan 450 VA dan diskon tarif sebesar 50% untuk 7 juta pelanggan golongan 900 VA. Kebijakan ini bakal berlaku selama April, Mei dan Juni 2020.
  2. Pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan, dengan syarat:
    • Warga yang akan menerima BLT adalah mereka yang masuk dalam data terpadu milik Kemensos.
    • BLT akan diberikan kepada keluarga kategori miskin.
    • Warga yang mendapatkan BLT semuanya di luar Jabodetabek.
    • Warga yang ingin dapat BLT corona ini tidak boleh menerima bantuan sosial lainnya seperti PKH, BPNT dan Kartu pra kerja.

Sumber: covid19.go.id

Tanaman kopi adalah tanaman yang dapat di-tumpang-sari, sehingga, SCOPI menyarankan petani kopi untuk mulai melakukan tumpang-sari di kebun kopi dengan tanaman lain yang dapat membantu menambah pendapatan, seperti hortikultura dan rempah-rempah. Tanaman Serai misalnya, selain bisa dijual, tanaman ini juga sebagai anti-hama alami. Tanaman Jahe juga baik untuk kesehatan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi pada masa pandemi ini. SCOPI senantiasa mengumpulkan masukan dari para ahlinya, yakni Grand Master Trainers, Master Trainers dan praktisi di lapangan.

Sumber: covid19.go.id

Hingga saat ini belum ada penelitian yang menyatakan adanya penyebaran Virus Corona melalui kemasan makanan/minuman. Centers of Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan secara umum, karena Virus Corona memiliki daya tahan yang lemah pada permukaan benda, sehingga terdapat kecil kemungkinan adanya penyebaran virus melalui kemasan makanan/minuman melalui proses pengiriman.

  1. Pilih restoran yang tepercaya dan telah terbukti kebersihannya.
  2. Minimalkan kontak dengan kurir atau ojek online pengantar makanan. Caranya dengan meminta mereka meninggalkan makanan di depan pintu rumah, menaruhnya di pagar, atau spot lain yang dirasa memungkinkan.
  3. Pindahkan makanan ke piring dan mangkuk bersih. Panaskan sebentar dengan microwave jika memungkinkan.
  4. Segera buang pembungkus makanan ke tempat sampah.
  5. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Sumber: https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/29/183200423/panduan-mencegah-virus-corona-saat-barang-dari-luar-masuk-ke-dalam-rumah

Kita dapat mendukung para pemilik usaha kecil dan menengah sektor kopi selama pandemi COVID-19 dengan tetap #NgopiDiRumah. Lakukan pembelian secara online ke toko/café disekitar Anda dan terapkan tips aman memesan makanan secara online.

Beberapa anggota SCOPI bersama Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian dan Tokopedia bergabung dalam program #SatuDalamKopi yang memudahkan para penikmat kopi tetap bisa membeli kopi kesukaannya secara online pada tautan berikut: https://www.tokopedia.com/discovery/satu-dalam-kopi

Testimoni
Informasi Kesehatan

Rapid Test atau tes cepat COVID-19 hanya untuk orang berisiko, yaitu yang pernah berkontak erat dengan orang sakit COVID-19 atau pernah berada di negara/ wilayah yang dengan penularan lokal dan memiliki gejala seperti demam atau gangguan sistem pernapasan (pilek/ sakit tenggorokan/ batuk). Yang mengikuti tes ada 3 kategori, yaitu:

  1. OTG (Orang Tanpa Gejala)
  2. ODP (Orang Dalam Pemantauan)
  3. PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Petugas Kesehatan yang menentukan statusnya.

Sumber: https://covid19.go.id

Bagi rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 dapat mengajukan klaim ke Kementerian Kesehatan. Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto telah mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/238/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Perawatan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu bagi RS yang menyelenggarakan pelayanan Covid-19.

Sumber: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id

  • Langkah 1: basahkan tangan dengan air mengalir
  • Langkah 2: sabuni tangan
  • Langkah 3: gosok semua permukaan tangan, termasuk telapak dan punggung tangan, sela-sela jari dan kuku, selama minimal 20 detik
  • Langkah 4: bilas sampai bersih dengan air mengalir
  • Langkah 5: keringkan tangan dengan kain bersih atau tisu pengering tangan yang harus dibuang ke tempat sampah segera setelah digunakan

Seringlah cuci tangan pakai pakai sabun, seperti sebelum makan, setelah batuk atau bersin, sebelum menyiapkan makanan, saat ke kamar mandi. Jadikan kebiasaan untuk mencuci tangan pakai sabun setelah dari luar rumah atau sebelum memasuki sekolah atau tempat lain dengan anak.
Bila sabun dan air mengalir tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan yang berbahan alkohol (minimal 60%).

Sumber: kemenkes

  • Meningkatkan bantuan nilai sembako dari semula sebesar Rp 150.000/bulan/KPM menjadi Rp 200.000/KPM/bulan pada Maret -Agustus 2020.
  • Mempercepat penyaluran program keluarga harapan (PKH) tahap 2 semula bulan April dimajukan ke bulan Maret 2020
  • Menyediakan cadangan beras pemerintah untuk digunakan pemerintah daerah di seuruh daerah yang terdampak COVID-19
  • Memberikan santunan ahli waris korban meninggal dunia akibat COVID-19 sebesar 15 jt
  • Memberikan dukungan Alat Perlengkapan Diri (APD) kepada gugus tugas COVID-19

Sumber: https://www.instagram.com/p/B-HltMuA-W7/?igshid=tv0awc6uup8
Informasi Lainnya